Kamis, 16 Februari 2012

Gurihnya Budidaya Ikan Balita

Gurihnya Budidaya Ikan Balita

  • Permintaan 4 Ton/bulan dari Restoran, Katering, hingga Supermarket
  • Sebulan Sudah Bisa Panen
  • Untung hingga 88%

Usaha budidaya ikan berukuran jari orang dewasa (ikan balita), rupanya semakin menjanjikan. Selain ikan Mas, kini banyak petani yang membudidayakan ikan Nila, Nilem, Gurame hingga Lele yang dipanen muda untuk dijadikan camilan atau lauk Ikan Balita Goreng kering nan renyah. Pasarnya pun semakin melebar mulai dari catering, restoran hingga supermarket. Seberapa cerah prospek usaha ikan balita ini?
Booming ikan Mas Balita (ukuran 3-8 cm) sejak tahun 1997 rupanya menginspirasi banyak petani ikan untuk memanen ikan tawar lebih cepat. Jika sebelumnya ikan balita identik dengan ikan Mas, kini berbagai ikan air tawar seperti ikan Nila, Nilem, Mujair, Lele hingga Gurame mulai banyak dipanen muda untuk dijadikan camilan Ikan Balita Goreng Kering.
Selain ikan Mas balita, kini ikan Nila Balita dan ikan Nilem Balita mulai menyodok dan cukup digemari. Selain sebagai lauk, ikan balita juga bisa dijadikan buah tangan. Sebut saja ikan Mas Balita yang jadi oleh-oleh khas Bogor, dan ikan Nilem Balita yang sejak lama tersohor sebagai oleh-oleh khas Tasikmalaya, Jawa Barat.
Syarat Budidaya. Baik ikan Nila maupun ikan Nilem bisa dibudidayakan di setiap daerah yang memiliki aliran air sungai atau selokan yang belum tercemar limbah pabrik. Namun ikan Nilam sangat cocok dibudidayakan di dataran rendah dengan ketinggian 0-700 mdpl, dan suhu 26-30OC. Nila juga sangat toleran terhadap salinitas (kadar garam) sehingga bisa hidup dan tumbuh berkembang di air payau sekalipun.
Sentra budidaya ikan Nila menyebar di beberapa daerah seperti Cirata Jatiluhur, Cianjur, Tasikmalaya, Sukabumi, Jawa Barat; Gresik, Lamongan, Bali, Jambi, Lubuk Linggau, Sumatera Selatan; Danau Toba, Sumatera Utara; Karang Intan, Kalimantan Selatan dan Minahasa, Sumatera Utara.
Nila Gift (Genertic Improvement for Formed Tilapia) merupakan jenis ikan yang paling banyak dibudidayakan untuk dijadikan Nila Balita. Pasalnya pertumbuhan Nila Gift jauh lebih pesat dari ikan Mas. “Nila Gift perumbuhannya sangat cepat, satu bulan saja sudah bisa panen. Hebatnya lagi dari 1 liter benih Nila Gift bisa menghasilkan 100 kg Nila Balita, sedangkan ikan Mas saja hanya 50-60 kg,” ujar Engkos Koswara, pembudidaya Nila Balita di Cianjur, Jawa Barat.
Sementara itu untuk ikan Nilem hanya cocok dipelihara di daerah sejuk, dengan ketinggian mulai dari 150-1000 mdpl, tetapi yang paling baik adalah di daerah 800 mdpl, dengan suhu optimum 18-28OC. adapun daerah yang menjadi sentra ikan Nilem saat ini masih didominasi daerah Tasikmalaya, Jawa Barat. Meski demikian, ikan Nilem juga mulai dibudidayakan di daerah Lampung, Jawa Tengah dan Kalimantan.
Meski pertumbuhan ikan Nilem tidak sepesat ikan Nila, namun ikan Nilem sangat rendah biaya produksinya. Pasalnya selama pembesaran dari benih (larva) menjadi ikan balita cukup memakan lumut dan plankton yang tumbuh secara alami di kolam. Hanya saja untuk menumbuhkan pakan alami tersebut perlu diberikan kotoran ayam (pupuk kandang) dalam kolam. “Saya tidak pernah dipusingkan dengan kenaikan pakan pellet seperti petani ikan lainnya. Tapi saya jiga pelihara ayam boiler di atas kolam ikan, pakan alami pun tumbuh subur,” ungkap Hendra Alamsyah, pembudidaya Nilem Balita di Tasikmalaya.
Hal yang juga penting di usaha budidaya ikan Balita adalah ketersediaan oksigen dalam air dan sirkulasi air yang lancer. Untuk itu, budidaya ikan balita harus memiliki aliran air yang masuk ke dalam kolam dan ada pula air yang keluar dari dalam kolam. Dengan demikian gas amoniak, dari kotoran ikan tidak menumpuk yang dapat memicu datangnya penyakit.
Menurut Adi Sucipto dari Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar Sukabumu, kolam tanah sangat cocok untuk budidaya ikan balita dengan kedalaman 50-70 cm. selain di kolam, ikan balita juga bisa dibesarkan di sawah dengan sistem minapadi, namun hasilnya kurang optimal dan perlu waktu yang lebih lama.
Sangat menjanjikan. Ayi Solihin, pengepulikan balita di daerah Cianjurr, Jawa Barat mengatakan prospek usaha budidaya ikan balita ini sangat menjanjikan. Betapa tidak, jika budidaya pembesaran ikan Nila maupun Nilem perlu 5-6 bulan, ikan Nila Balita sudah bisa dipanen dalam mulai umur 1 bulan. Selain waktu panen yang singkat, harga jual ikan balita ke supermarket, catering dan restoran menengah ke atas itu sangat tinggi. “Untuk harga Nila Balita saja bisa mencapai Rp. 45 ribu/kg setelah dibersihkan bagian dalamnya,” papar Ayi, pemasok Nila Balita segar ke berbagai supermarket besar itu.
Sementara untuk ikan Nilem yang dipanen pada umur 2,5-3 bulan dijual dengan harga Rp. 14 ribu/kg di tangan petani, Rp. 17-20 ribu/kg bila dijual ke supermarket restoran maupun katerng dan 15 ribu/100 gram jika Nilem Balita telah di goring kering dan dikems dalam plastic bening.
Mengingat pelaku usahanya masih belum banyak, tentu peluangnya terbuka lebar. Apalagi saat ini permintaan baru terpenuhi 70% saja. Sebagai contoh permintaan ikan Nila Balita per bulan saja lebih dari 4 ton. “Permintaannya sangat tinggi, tapi saya baru bisa pasok 50-100 kg tiap minggu ke beberapa supermarket yang tersebar di Jakarta dan Cianjur,” ujar Engkos Koswara.
Pemasaran. Memang pelopor booming ikan balita adalah Katering dan Restoran Karuhun di Bogor, Jawa Barat yang menyajikan menu ikan Mas Balita. Seiring permintaan yang terus meningkat, saat ini permintaan bukan hanya dating dari pengusahaan restoran maupun supermarket seperti Carrefour, Hypermart, Lotte Mart, Superindo, Diamond, Ranch Market, Kem Chick, Hari-hari, Harmoni dan Naga.
Namun sayang, karena petani pembesaran ikan, tak ayal satu orang petani belum bisa memasok langsung ke supermarket besar. Padahal selisih harga begitu besar berada tingkat tengkulak (supplier). “Petani belum bisa menyanggupi jumlah dan kontinuitas dari permintaan supermarket, jadi mereka jual ke tengkulak,” papar Ayi.
Kendala. Kendala penyakit budidaya ikan balita bisa dikatakan tidak ada. Hanya saja saat musim hujan bisa terjadi serangan virus yang membuat kulit ikan bercak-bercak. “Jikapun ada kematian yang paling banyak 10%,”ungkap Engkos Kuswara.
Pemasaran yang terbatas di tingkat tengkulak juga jadi kendala untuk memperbesar tingkat keuntungan. Namun karena keterbatasan lahan dan modal yang di minta sebagai sebagai jaminan bila petani memasok produk ke supermarket dan pembayaran tempo membuat petani memilih menjualnya kepada supplier.
Untung Besar. Usaha budidaya ikan balita memang sangat menguntungkan. Selain budidaya yang singkat, penggunaan pakan yang minim (hanya dedak) membuat usaha ini kecil biaya produksinya. Tak ayal petani Nilem Balita bisa untung hingga 88%.”Karena ikan Nilem termasuk herbivore, jadi makannya lumut dan plankton. Praktis saya nggak pakai pellet. Paling bagus saya berikan dedak padi 100 kg/bulan,” aku Hendra. Kunci suksesnya adalah ia menggunakan kolam tanah yang memiliki aliran air sungai dan untuk menumbuhkan lumut dan plankton sebagai pakan alami Nilem, ia membuat sistem polikultur atau longyam yakni membudidaya ayam di atas kolam ikan. Dengan begitu kotoran ayam langsung jatuh ke dalam kolam yang menyuburkan tanah sehingga tumbuh lumut dan plankton sebagai pakan alami dalam kolam
Sementara itu, keuntungan besar hingga 65% juga diperoleh Abang KOswara yang membudidaya Nila Balita. Mumpung pelaku usaha budidaya ikan balita belum banyak, mengapa Anda tak mencoba peluang usaha budidaya ikan balita ini?
Ekan,Dani


Perhitungan Usaha dan Asumsi Pendapatan Budidaya
Nila Balita di Kolam 500 M2

Bagi Anda yang tertarik membudidayakan ikan Nila, berikut contoh perhitungan usahanya. Anda bisa mulai dengan membeli 3 ekor indukan betina dan 1 ekor jantan dan membudidayakan dalam kolam paling tidak 1000 m2.

Modal Awal Usaha Rp. 700.000
  • Indukan 3 betina 1 jantan Rp. 150.000
  • Sewa kolam tanah (ukuran 500 m2) Rp. 500.000
  • Serokan Rp. 10.000
  • Bak/ember sortir Rp. 10.000
  • Jaring Rp. 30.000
Pengeluaran per bulan Rp. 765.000

Belanja Bahan Baku Rp. 265.000
  • Pakan dedak 130 kg x Rp. 15.000/kg Rp. 195.000
  • Cacing sutra Rp. 20.000
  • Plastic dan oksigen Rp. 50.000
Biaya Operasional
  • 1 orang karyawan x Rp. 300.000 Rp. 300.000
  • Transportasi, telepon, telur dan obat Rp. 200.000
  • Dari satu kali perkawinan (3 betina, 1 jantan) indukan Nila menghasilkan sebanyak 2 liter benih yang akan menghasilkan 1 kuintal (100 kg) ikan Nila Balita, sehingga akan dihasilkan 200 kg untuk 2 kali perkawinan.
  • Pendapatan / Omzet per Bulan Rp. 3.000.000
  • Keuntungan Bersih (75%) Rp. 2.235.000
(Pendapatan – Pengeluaran)
(Rp. 3.000.000 – Rp. 765.000)


Direktori Usaha Budidaya Ikan Balita
• Harga Ikan Nilem dan Nila Balita
- Ikan Nilem Balita ukuran 5-8 cm Rp. 14.000/kg
- Ikan Nila Balita ukuran 3-5 cm Rp. 15.000/kg
- Induk Ikan Nila ukuran lebih dari 200 gram Rp. 100.000/kg
- Induk Ikan Nilem 1 paket
(100 jantan, 200 betina) Rp. 2.000.000



Direktori Usaha Budidaya Ikan Balita



• Penjual Indukan Ikan Nilem dan Nila


- Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar Sukabumi
Jl. Salabintana 17 Sukabumi, Jawa Barat
Telp: (0266) 225211, 221762, 225211
Fax (0266) 221762

- Hatchery Nila Kekar
Dusun Krajan Timur, Ds Tebas
Kec Gondang Wetan, Pasuruan, Jawa Timur
Telp: (0343) 442808
Cp : Adi 085746668882 / Kartojo 081330770560

- Jaja Jamaludin
Email : jaja. Jamaludin2@yahoo.com
Hp. 085881548814/08889083366

• Penjual Bibit Ikan Nilem dan Nila

- Engkos Kuswara
Jl. Didi Perwira Kusuma No. 101
Kp. Joglo, Sebandar, Cianjur, Jawa Barat
Telp : (0263) 290420

- Hendra Alamsyah
Kp. Kubangeceng RT.02/04,Ds. Mekarjaya,Kec. Padakembang,
Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat
Telp : 0812 22808 945

- CV.Tiga Ikan Breeding
Villa Tangerang Regency I Blok KB5/9, Periuk Jaya, Jatiuwung,
Tangerang, Bnaten
Telp : (021) 95434700, 5583948

Pengepul Ikan Nilem dan Nila

Andi
Kp. Kabangeceng, Ds.Mekarjaya
Kec. Padakembang, Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat
Telp : 081222933441

- Ayi Solihin
Jl. Didi Prawira Kusuma No. 103 Cianjur
Telp/Fax : (0263) 290508
Hp. 0818136932 / 087820181710

• Assosiasi
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB Departemen Budidaya Perairan
Jl. Rasamala Kampus IPB Darmaga
Telp : (0251) 622908
PABX 622909 pes.305.306.304
Fax : (0251) 622907
Email : fpik@ipb.ac.id




Digg Google Bookmarks reddit Mixx StumbleUpon Technorati Yahoo! Buzz DesignFloat Delicious BlinkList Furl

5 komentar: on "Gurihnya Budidaya Ikan Balita"

deny_a mengatakan...

info yang sangat bermanfaat sekali mas, ikan balita mas sekarang sudah ada di pasar swalayan

Kaseno Soma mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Desi Dwi Pratiwi mengatakan...

Maaf bisa tolong hapus no hp bapak suratman nggk? Soal nya bapak saya sekarang udah nggk bisnis itu lagi. Jadi kasian yg nelpon jd cuma2. Terimakasih sebelum nya

Desi Dwi Pratiwi mengatakan...

Maaf bisa tolong hapus no hp bapak suratman nggk? Soal nya bapak saya sekarang udah nggk bisnis itu lagi. Jadi kasian yg nelpon jd cuma2. Terimakasih sebelum nya

Umpan Ikan Mas Kilo Gebrus mengatakan...

thank you for all the information you provide us


Umpan Ikan Tawes Kali Malang

Posting Komentar